UU Film Disahkan, Deddy Mizwar Ancam Mundur
VivaNews – Selasa, 8 September 2009, 08:07 WIB
Selain aksi Deddy Mizwar, juga akan ada aksi penolakan dari orang-orang perfilman di DPR.

Deddy Mizwar, Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional. Sourcephoto: facebook
VIVAnews - Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional Deddy Mizwar mengancam mundur dari jabatannya sebagai protes rencana Dewan Perwakilan Rakyat yang akan mengesahkan Rancangan Undang-undang Perfilman dalam Rapat Paripurna Hari ini.
“Sebagai protes, Deddy Mizwar mengancam mundur dari jabatannya,” kata Mira Lesmana melalui pesan singkatnya kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa, 8 September 2009.
Dia menambahkan, selain aksi Deddy Mizwar, juga akan ada aksi penolakan dari orang-orang perfilman di DPR hari ini.
Kemarin, Senin 7 September 2009, Komisi X DPR telah menyepakati draf RUU yang akan diketok palu hari ini. Salah satu poin yang disepakati untuk disahkan menjadi bagian Undang-undang Perfilman adalah peredaran film asing dibatasi.
“Dalam Undang-undang ini diatur bahwa 60 persen pasar perfilman di Indonesia harus diisi produksi dalam negeri,” kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik. “Film asing bisa mengisi 40 persen sisanya,” ujar Wacik dalam pandangan akhir saat pengesahan RUU di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Sumber: VivaNews.com
Undang-undang No 8 Tahun 1992 Tentang Perfilman.



September 11th, 2009 10:06
Wah .. Jend. Naga Bonar ini tetap galak dan patriot di usia tua. Kita dukung langkah rekan-2 perfilman. Kami sih cuma penonton setia, yang tak bisa kasih dukungan selain support morat !
Ayooo siapa lagiiii !!!
September 11th, 2009 17:12
segala sesuatu keputusan terkadang memang menimbulkan pro kontra. namun sudah selayaknya apabila pihak-pihak yang besinggungan, membicarakanya dengan arif, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. termasuk dalam pengesahan RUU perfilman ini.
akan sangat tidak etis apabila para sineas yang beringgungan langsung dengan dunia film justru diabaikan. kita semua tahu bahwa bangkitnya perfilman Indonesia saat ini adalah hasil kerja keras mereka secara nyata.
film bisa disebut sebagai salah satu produk budaya, sangat bijak apabila memandangnya dari sudurt kualitas bukan kuantitas semata.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa
September 15th, 2009 16:33
Menyudikan sekali kalo RUU Perfileman dikeluarkan. Masa kita harus nonton film Indonesia terus??? Sedangkan di Indonesia belum mampu mencetak film animasi maupun adventure dengan kualitas yg baik… Teknologi dan SDM belum memadai juga
. Bosen ach kalo liat sinetron mulu