Penahanan Misbakhun Ujian Penegakan Hukum

Pengantar Redaksi: Sebuah berita pendek tentang wacana penegakan Hukum, terkait penahanan anggota DPR dan kasus Bank Century yang belum usai. Semoga bermanfaat.

TempoInteraktif – Selasa, 27 April 2010 | 15:28 WIB

TEMPO Interaktif. Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid, menilai bahwa penangkapan rekannya yang juga salah satu insiator Tim 9, Misbakhun, adalah ujian bagi penegakan hukum di Indonesia. “Ini ujian keseriusan dan ketulusan penegakan hukum,” kata Hidayat, Selasa (27/4), di Gedung DPR.

Menurut Hidayat, kalau kasus Misbakhun bisa dengan cepat diproses oleh kepolisian, seharusnya kasus-kasus lain yang lebih besar juga bisa lebih cepat diproses. “Contohnya kasus Century. Ini juga harus ditindaklanjuti segera dengan serius, karena ini masalah yang sistemik,” kata Hidayat. “Jangan sampai nantinya kepolisian dinilai tebang pilih,” lanjut Hidayat.

Kemarin malam, Misbakhun ditahan oleh Mabes Polri. Menurut Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Misbakhun diduga memalsukan surat untuk mendapatkan L/C Bank Century. Misbakhun adalah pemilik PT Selalang Prima Internasional yang memperoleh fasilitas letter of credit (L/C) dari Bank Century senilai US$ 22,5 juta.

Sementara Istana mengaku tak terlibat dalam penahanan politikus  Partai Keadilan Sejahtera itu. “Saya kira tidak ada bentuk intervensi dari pemerintah atas pemeriksaan Misbakhun,” kata juru bicara presiden Julian di Istana Negara, Selasa (27/04).

Julian mengatakan,  izin pemeriksaan atas Misbakhun yang dikeluarkan Presiden adalah prosedur yang wajar. “Bahwa Misbakhun diizinkan untuk diperiksa itu kan prosedur, tidak ada hal-hal lain,”  ujarnya.

Sebelumnya, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring mengingatkan agar tak ada pesanan atau upaya mempolitisasi kasus Misbakhun. “Kalau dipolitisir terlalu ecek-ecek. Jadi jangan atas pesanan siapa-siapa,” kata  Menteri Komunikasi dan Informasi ini  di Istana Negara seusai menemani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Perdana Menteri Finlandia Matti Vanhanen di Istana Merdeka, Selasa (27/04).

EVANA DEWI| DWI RIYANTO AGUSTIAR

Sumber: Tempo Interaktif


Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Comments are closed.

Artikel yang bersesuaian »