Ketika perlawanan Prita ke pentas Dunia

Prita-NYTimes

Prita di The New York Times

Pagi ini saya terhenyak menatap foto Prita. Bukan karena ia ada pada halaman muka situs berita-berita nasional (seperti selama ini mengemuka), atau halaman situs para blogger yang penuh semangat mendukung, … tapi di situs web The New York Times!

Sebuah judul provokatif tercantum :

Trapped Inside a Broken Judicial System After Hitting Send


Mungkin bagi kita, kasus Prita sedemikian kita ketahui – sebagaimana jamaknya kita tahu perseteruan KPK-Polri, atau keributan kasus Bank Century. Penulis artikel ini merumuskan-nya dalam sebuah paragraf pendek namun padat :

In no time, Ms. Mulyasari, 32, a mother of two infants, found herself sharing a jail cell with murderers and facing six years in prison, seemingly yet another ordinary Indonesian caught up in one of the world’s most corrupt legal systems.

Dalam waktu singkat, Ny Mulyasari, 32, ibu dari dua bayi, mendapati dirinya dalam sel tahanan bercampur dengan para pembunuh serta menghadapi 6 tahun penjara, sepertinya satu lagi warga biasa Indonesia terperangkap dalam salah satu sistem hukum paling korup di dunia.

Selanjutnya, diuraikan kronologis kasus Prita-RS Omni sebagaimana sama-sama kita ketahui.

Artikel ini menarik disimak, justru ketika dengan lugas menyebut:

“sepertinya satu lagi warga biasa Indonesia terperangkap dalam salah satu sistem hukum paling korup di dunia”

Ketika tulisan ini disusun, saya juga tercenung membaca berita mengenai kutipan komentar Riyadi, Jaksa Penuntut Umum kasus Prita di situs berita VivaNews :

“Meski banyak dukungan masyarakat yang mengalir saya tidak terpengaruh gerakan masyarakat,”

Entahlah, mungkin Jaksa ini tak membaca artikel tentang Prita di New York Times atau ambil sikap ja’im melihat antusiasme masyarakat dari pelbagai kalangan yang menunjukkan dukungan bagi Prita.

Pada situs lain, saya baca laporan atlit-atlit yang sedang berjuang keras di tiap lapangan Vientiane-Laos untuk nama Indonesia. Terasa sangat berbalikan dengan pentas realitas komentar Jaksa Riyadi, yang merupakan bagian dari sistem hukum yang ditulis dengan berani oleh The New York Times sebagai  “one of the world’s most corrupt legal systems”.

Di bagian akhir artikel tentang Prita The New York Times ini tercantum catatan kecil :

A version of this article appeared in print on December 5, 2009, on page A6 of the New York edition.

Artikel ini dimuat dalam edisi cetak 5 Desember 2009, hal A6 edisi New York.

Huff … , semoga saja warga Indonesia di kota itu tak ikut menanggung malu.


Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Comments are closed.

Artikel yang bersesuaian »