<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KamusHukum.com &#187; Hukum Pidana</title>
	<atom:link href="http://kamushukum.com/en/category/bidang-hukum/hukum-pidana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamushukum.com/en</link>
	<description>Provide Legal Resources, Law Dictionary, Legal Dictionary, Kamus Hukum Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jun 2011 14:48:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sengketa Rumah Dinas: Soetarti-Rusmini Bebas, Jaksa Kasasi</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/sengketa-rumah-dinas-soetarti-rusmini-bebas-jaksa-kasasi/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/sengketa-rumah-dinas-soetarti-rusmini-bebas-jaksa-kasasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 04:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Sarana Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[jaminan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[janda pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[persidangan soetarti rusmini]]></category>
		<category><![CDATA[perum pegadaian]]></category>
		<category><![CDATA[soetarti rusmini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[Kompas &#8211; Selasa, 27 Juli 2010 JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan membebaskan Soetarti dan Rusmini dari segala tuntutan hukum terkait sengketa rumah dinas dengan Perum Pegadaian. Menanggapi hal tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Ibnu Suud, menyatakan akan segera mengajukan kasasi. &#8220;Kalau putusannya dilepaskan dari segala tuntutan hukum, maka prosedurnya itu ya kasasi. Tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="themis-jogja" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4836143725/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4108/4836143725_7538e3a615.jpg" alt="themis-jogja" width="500" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">Themis, visualisasi dewi keadilan pada saat demo warga Jogja. Foto: Budi/KamusHukum.com</p></div>
<p>Kompas &#8211; Selasa, 27 Juli 2010</p>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> — Pengadilan Negeri Jakarta Timur  memutuskan membebaskan Soetarti dan Rusmini dari segala tuntutan hukum  terkait sengketa rumah dinas dengan Perum Pegadaian. Menanggapi hal  tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Ibnu Suud, menyatakan akan segera  mengajukan kasasi.</p>
<p>&#8220;Kalau putusannya dilepaskan dari segala  tuntutan hukum, maka prosedurnya itu ya kasasi. Tapi kami akan  diskusikan dulu dengan atasan,&#8221; kata Ibnu Suud seusai sidang di PN  Jakarta Timur, Selasa (27/7/2010).</p>
<p><span id="more-1439"></span>Ibnu juga menilai, putusan  majelis hakim tersebut lebih didasarkan pada adanya proses hukum lain  yang masih berlangsung sehingga tuntutan jaksa tidak dapat diterima dan  dinyatakan prematur.</p>
<p>Namun, dia mengingatkan, dakwaan-dakwaan  jaksa tetap disebutkan dan menjadi salah satu pertimbangan hakim. Meski  demikian, hal itu tidak menjadi acuan putusan.</p>
<p>&#8220;Kami berpatokan  pada berkas. Hakim bilang bahwa yang didakwakan itu terbukti. Tapi  memang, ada pertimbangan buat hakim, yaitu proses hukum lainnya,&#8221; kata  Ibnu Suud.</p>
<p>Sumber: <a title="Kompas.com" href="http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/07/27/1514025/Soetarti-Rusmini.Bebas..Jaksa.Kasasi" target="_blank">Kompas</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/sengketa-rumah-dinas-soetarti-rusmini-bebas-jaksa-kasasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tonikum untuk PPATK</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/tonikum-untuk-ppatk/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/tonikum-untuk-ppatk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[money laundry]]></category>
		<category><![CDATA[pencucian uang]]></category>
		<category><![CDATA[ppatk]]></category>
		<category><![CDATA[rekening koruptor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Artikel menarik mengenai PPATK dari Tempo Interaktif. Saatnya menjadi bahan pikiran bersama. Tempo Interaktif &#8211; Minggu, 18 Juli 2010 NEGERI yang sedang digerogoti kanker ganas ini perlu terapi habis-habisan untuk menggempur akar yang telah menelusup ke hampir sekujur sel tubuh. Itulah sebabnya upaya penguatan kelembagaan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan merupakan keharusan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pengantar Redaksi: Artikel menarik mengenai PPATK dari Tempo Interaktif. Saatnya menjadi bahan pikiran bersama.</em></p></blockquote>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="money-laundry" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4807327398/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4082/4807327398_a1252a6a31.jpg" alt="money-laundry" width="500" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">Foto: Budi/KamusHukum.com</p></div>
<p>Tempo Interaktif &#8211; Minggu, 18 Juli 2010</p>
<p>NEGERI yang sedang digerogoti kanker ganas ini perlu terapi  habis-habisan untuk menggempur akar yang telah menelusup ke hampir  sekujur sel tubuh. Itulah sebabnya upaya penguatan kelembagaan Pusat  Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan merupakan keharusan.</p>
<p>Ikhtiar membuat <a title="Situs web Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)" href="http://www.ppatk.go.id/index.php" target="_blank">PPATK</a> lebih berotot bukan baru muncul sekarang.  Sejak tiga tahun lalu, Dewan Perwakilan Rakyat membahas pentingnya  amendemen <a title="UU 25 Th 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)" href="http://www.ppatk.go.id/pdf/UU_25_2003_Btg_tbh.pdf" target="_blank">Undang-Undang Nomor 25/ 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian  Uang</a>. Beberapa rombongan anggota Dewan bahkan berangkat ke Rusia dan  Amerika Serikat untuk studi banding tentang pencucian uang. Namun sampai  hari ini amendemen tersebut belum juga tuntas.</p>
<p><span id="more-1432"></span>Kata mufakat terbukti susah dicapai, apalagi untuk perkara duit  busuk yang dipoles hingga aroma korupsi tak lagi bersisa. Pernyataan  Bambang Soesatyo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar,  merupakan contoh tarik-ulur itu. Bambang tidak ingin amendemen bakal  membuat PPATK tampil sebagai <em>superbody</em>&#8211;seperti halnya Komisi  Pemberantasan Korupsi.</p>
<p>Daya destruksi pencucian uang sangat amat serius. Kejahatan ini  membuat pemerintah susah mengendalikan uang beredar. Diagnosis problem  moneter bisa meleset dan mengacaukan ekonomi makro. Ekonomi mikro juga  terimbas. Persaingan usaha tidak sehat dan menjadi bahan bakar bagi  ekonomi biaya tinggi. Tingkat risiko bisnis secara keseluruhan pun  meroket.</p>
<p>Indonesia, dengan rezim devisa bebas, rentan terhadap tindak  pencucian uang. Diperparah lemahnya penegakan hukum di segala lini, lalu  lintas uang dari dan ke negeri ini begitu bebas. Porsi PPATK adalah  menelusuri aliran uang hasil kejahatan, <em>follow the money</em>. Ini  posisi yang strategis. Sebab, uang hasil kejahatan adalah darah yang  menghidupi kejahatan itu sendiri.</p>
<p>Posisi strategis PPATK, sayangnya, belum diimbangi kewenangan  optimal. Lembaga ini hanya berwenang menganalisis kejanggalan transaksi  yang dilaporkan bank dan jasa penyedia keuangan lainnya. Hasil analisis  disampaikan ke barisan penegak hukum, mulai dari Komisi Pemberantasan  Korupsi, kepolisian, hingga kejaksaan.</p>
<p>Di sinilah muncul persoalan. Hasil analisis PPATK terkesan tumpul  dan <em>dicuekin</em>. Sampai akhir 2009, PPATK menganalisis 116  transaksi mencurigakan dengan nilai total Rp 146,7 miliar. Tak jelas  berapa persen kasus yang benar-benar berujung pada penyidikan polisi.  Kerap pula terdengar rumor: hasil analisis PPATK justru digunakan  sebagai alat pemerasan.</p>
<p>Maka, amat beralasan jika PPATK diberi tonikum penguat. Salah  satunya adalah penerapan sanksi administratif untuk lembaga yang menolak  bekerja sama. PPATK kerap menghadapi jalan buntu lantaran lembaga yang  diperiksa tidak kooperatif. Tonikum lain adalah revisi pasal 3  Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang. Pada pasal ini disebutkan  kata ”dengan sengaja” menempatkan uang untuk keperluan tertentu.  Persidangan berbagai kasus membuktikan, jaksa kesulitan membuktikan  unsur ”dengan sengaja” ini.</p>
<p>Tak kalah penting adalah resep penyelidikan. PPATK seharusnya  diberi wewenang menjalankan fungsi penyelidikan, bukan sekadar  pemeriksaan laporan keuangan. Harapannya, hasil analisis tidak lagi  dianggap tumpul tanpa tenaga. Dengan begini, produk penyelidikan PPATK  bisa segera ditindaklanjuti penegak hukum lain.</p>
<p>sumber: <a title="Tempo Interaktif" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2010/07/19/krn.20100719.206502.id.html" target="_blank">Tempo Interaktif</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/tonikum-untuk-ppatk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pencucian uang</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/pencucian-uang/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/pencucian-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Kepolisian dan Intelijen]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[money laundry]]></category>
		<category><![CDATA[pencucian uang]]></category>
		<category><![CDATA[ppatk]]></category>
		<category><![CDATA[rekening koruptor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbang- kan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah. Sumber UU RI nomor 25 tahun 2003 Tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Perbuatan menempatkan, mentransfer, membayarkan, membelanjakan, menghibahkan, menyumbang- kan, menitipkan, membawa ke luar negeri, menukarkan, atau perbuatan lainnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dengan maksud untuk menyembunyikan, atau menyamarkan asal usul harta kekayaan sehingga seolah-olah menjadi harta kekayaan yang sah.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="UU 25 Th 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)" href="http://www.ppatk.go.id/pdf/UU_25_2003_Btg_tbh.pdf" target="_blank">UU RI nomor 25 tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)</a>.</p>
<p><a title="Arti Pencucian uang dalam Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencucian_uang" target="_blank">Arti Pencucian Uang dalam Wikipedia </a>(Bahasa Indonesia).</p>
<p><a title="Situs web Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)" href="http://www.ppatk.go.id/index.php" target="_blank">Situs web Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/pencucian-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Matriks Sikap Fraksi Pansus Century DPR</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/inilah-matriks-sikap-fraksi-pansus-century-dpr/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/inilah-matriks-sikap-fraksi-pansus-century-dpr/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 05:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Secara Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bailout century]]></category>
		<category><![CDATA[kasus bank century]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>
		<category><![CDATA[sikap fraksi pansus century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Sampai dengan Hari Sabtu 20 Februari 2010, fraksi-fraksi dalam Pansus Century DPR RI telah menyampaikan sikap sementara. Sementara lobby-lobby politik masih berlangsung dengan intens, berikut ini hasil rekapitulasi sikap fraksi dalam Pansus, bersumber dari laporan VivaNews. Sikap Fraksi Pansus Century DPR RI &#8211;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="tt-flickr tt-flickr-Large" title="democentury" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4372407952/"><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2678/4372407952_cf223fdaa4_o.jpg" alt="democentury" width="500" height="125" /></a></p>
<p>Sampai dengan Hari Sabtu 20 Februari 2010, fraksi-fraksi dalam Pansus Century DPR RI telah menyampaikan sikap sementara. Sementara lobby-lobby politik masih berlangsung dengan intens, berikut ini hasil rekapitulasi sikap fraksi dalam Pansus, bersumber dari laporan <a title="VivaNews.com" href="http://politik.vivanews.com/news/read/130755-matriks_sikap_9_fraksi_atas_bail_out_century" target="_blank">VivaNews</a>.</p>
<p><span id="more-1166"></span></p>
<p><object id="_ds_25954821" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="400" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_25954821" /><param name="data" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="FlashVars" value="doc_id=25954821&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="flashvars" value="doc_id=25954821&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="_ds_25954821" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="400" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=25954821&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" data="http://viewer.docstoc.com/" name="_ds_25954821"></embed></object><br />
<span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/25954821/Sikap-Fraksi-Pansus-Century-DPR-RI">Sikap Fraksi Pansus Century DPR RI</a> &#8211; </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/inilah-matriks-sikap-fraksi-pansus-century-dpr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merevisi KUHAP</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/merevisi-kuhap/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/merevisi-kuhap/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 09:22:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[hukum acara pidana]]></category>
		<category><![CDATA[kuhap]]></category>
		<category><![CDATA[peradilan pidana]]></category>
		<category><![CDATA[revisi kuhap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Tulisan berikut ini merupakan sumbangan  dari Al. Wisnubroto, S.H., M.Hum dosen tetap di FH UAJY sekaligus peserta Program Doktor Ilmu Hukum UNDIP. Naskah yang ditulis tahun 2007 ini dipandang masih relevan untuk ditampilkan sebagai bahan belajar bersama. Semoga bermanfaat. Merevisi KUHAP &#8211;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengantar Redaksi: Tulisan berikut ini merupakan sumbangan  dari Al. Wisnubroto, S.H., M.Hum dosen tetap di FH UAJY sekaligus peserta Program Doktor Ilmu Hukum UNDIP. Naskah yang ditulis tahun 2007 ini dipandang masih relevan untuk ditampilkan sebagai bahan belajar bersama. Semoga bermanfaat.</p>
<p><span id="more-1101"></span></p>
<p><object id="_ds_25226305" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="700" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_25226305" /><param name="data" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="FlashVars" value="doc_id=25226305&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="flashvars" value="doc_id=25226305&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed id="_ds_25226305" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="700" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=25226305&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" data="http://viewer.docstoc.com/" name="_ds_25226305"></embed></object><br />
<span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/25226305/Merevisi-KUHAP">Merevisi KUHAP</a> &#8211; </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/merevisi-kuhap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

