<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KamusHukum.com &#187; Hukum Islam</title>
	<atom:link href="http://kamushukum.com/en/category/bidang-hukum/hukum-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamushukum.com/en</link>
	<description>Provide Legal Resources, Law Dictionary, Legal Dictionary, Kamus Hukum Online</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jun 2011 14:48:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bai al istishna</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/bai-al-istishna/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/bai-al-istishna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Apr 2010 02:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[hak pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[hak penjual]]></category>
		<category><![CDATA[istilah perjanjian]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1345</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual. Sumber Prof. Dr. Abdul Goffur Anshori, SH., M.H., Pokok-pokok Hukum Perjanjian Islam Di Indonesia, citra Media, Yogyakarta, 2006.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil buku" href="http://agabookstore.blogspot.com/2008/02/pokok-pokok-hukum-perjanjian-islam-di.html" target="_blank">Prof. Dr. Abdul Goffur Anshori, SH., M.H., Pokok-pokok Hukum Perjanjian Islam Di Indonesia, citra Media, Yogyakarta, 2006</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/bai-al-istishna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lafaz sharih</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/lafaz-sharih/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/lafaz-sharih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 10:54:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[akad]]></category>
		<category><![CDATA[fiqh munakahat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[hukum perkawinan isla]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah siri]]></category>
		<category><![CDATA[perdata islam]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1279</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Ucapan yang secara jelas digunakan untuk ucapan thalaq. Sumber Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan), Kencana, Jakarta, 2006.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Ucapan yang secara jelas digunakan untuk ucapan thalaq.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil buku" href="http://www.plasabuku.com/index.php/1/detil-buku/820/hukum-perkawinan-islam-di-indonesia" target="_blank">Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Antara Fiqh Munakahat Dan Undang-Undang Perkawinan), Kencana, Jakarta, 2006</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/lafaz-sharih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Idzhab maa al athraf</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/idzhab-maa-al-athraf/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/idzhab-maa-al-athraf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 03:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[cacad]]></category>
		<category><![CDATA[penganiayaan]]></category>
		<category><![CDATA[pidana penganiayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1257</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Tindak pidana penganiayaan dengan cara menghilangkan fungsi anggota badan (anggota badan tetap ada, tetapi tidak bisa berfungsi) misalnya membuat si korban tuli, buta, bisu, dan sebagainya. Sumber Rahmat Rosyadi dan Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam Dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia, Ghalia Indonesia, Bogor, 2006.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Tindak pidana penganiayaan dengan cara menghilangkan fungsi anggota badan (anggota badan tetap ada, tetapi tidak bisa berfungsi) misalnya membuat si korban tuli, buta, bisu, dan sebagainya.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil buku" href="http://perpustakaan-elsam.or.id/opac/index.php?p=show_detail&amp;id=3755" target="_blank">Rahmat Rosyadi dan Rais Ahmad, Formalisasi Syariat Islam Dalam Perspektif Tata Hukum Indonesia, Ghalia Indonesia, Bogor, 2006</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/idzhab-maa-al-athraf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sadaq</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/sadaq/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/sadaq/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 04:17:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[akad]]></category>
		<category><![CDATA[hukum muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah siri]]></category>
		<category><![CDATA[perdata islam]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Pemberian sang suami kepada si istri saat upacara perkawinan dilangsungkan. Sumber T. Jafizham, Persentuhan Hukum di Indonesia Dengan Hukum Perkawinan Islam, PT. Mestika, Jakarta, 2006.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Pemberian sang suami kepada si istri saat upacara <a title="arti perkawinan dalam KamusHukum.com" href="http://kamushukum.com/en/perkawinan/" target="_blank">perkawinan</a> dilangsungkan.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p>T. Jafizham, Persentuhan Hukum di Indonesia Dengan Hukum Perkawinan Islam, PT. Mestika, Jakarta, 2006.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/sadaq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikah muhallil</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/nikah-muhallil/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/nikah-muhallil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 03:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Islam]]></category>
		<category><![CDATA[akad]]></category>
		<category><![CDATA[hukum muamalat]]></category>
		<category><![CDATA[nikah]]></category>
		<category><![CDATA[nikah siri]]></category>
		<category><![CDATA[perdata islam]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang telah ditalak tiga oleh suaminya dengan tujuan untuk menghalalkan si wanita tadi untuk dikawin kembali oleh bekas suaminya. Sumber Reader Hukum Perdata Islam, C. Woro Murdiati R., UAJY, 2000. Deskripsi Pernikahan di mana seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sudah ditalak tiga kemudian ia mentalaknya dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Pernikahan antara seorang laki-laki dengan seorang wanita yang telah ditalak tiga oleh suaminya dengan tujuan untuk menghalalkan si wanita tadi untuk dikawin kembali oleh bekas suaminya.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p>Reader Hukum Perdata Islam, C. Woro Murdiati R., UAJY, 2000.</p>
<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Pernikahan di mana seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sudah ditalak tiga kemudian ia mentalaknya dengan maksud agar wanita tersebut dapat dinikahi kembali oleh suaminya yang dahulu yang telah mentalak tiga. Pernikahan ini biasanya terjadi ketika si mantan suami yang telah mentalak isterinya tiga kali bermaksud untuk kembali lagi kepada isterinya tadi, namun karena sudah ditalak tiga, ia tidak boleh langsung menikahi mantan isterinya itu kecuali si isteri tadi menikah dahulu dengan laki-laki lain. Untuk tujuan itu, kemudian si laki-laki tadi menyewa atau membayar laki-laki lain agar menikahi mantan isterinya tadi, dengan catatan tidak boleh disetubuhi atau boleh disetubuhi tapi harus sesegera mungkin diceraikan, agar mantan suami tadi dapat menikahinya kembali. Orang yang dibayar untuk menikahi mantan isterinya, dalam istilah fiqh disebut dengan al-muhallil (yang menjadikan halal), sedangkan mantan suami yang membayar laki-laki tadi disebut dengan al-muhallal lah. Pernikahan ini haram hukumnya.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil sumber" href="http://docs.google.com/viewer?a=v&amp;q=cache:V3Vmt73ku14J:www.indonesianschool.org/dialog/SFIQH_MUNAKAHAT.pdf+Aep+Saepulloh+Darusmanwiati,+Nikah:+Anjuran,+Manfaat,+Tujuan&amp;hl=id&amp;gl=id&amp;pid=bl&amp;srcid=ADGEESh5k8uJTE9BlKA7Iazrg4T8ER6pseIGbDKDR9yG7M1jfr47xmwBQ6ZMl518nPPToHnw9ZE8bM2XZIEpMtE31xljThZuQxCZ35J5S1oUTtWrIq4x4RNU4ueGwdKeRux8K178VyID&amp;sig=AHIEtbS-BzwYLtYnnjg5jGiqzkwGxZ3QAg" target="_blank">Aep Saepulloh Darusmanwiati, Nikah: Anjuran, Manfaat, Tujuan, Hukum dan Wanita-wanita yang Haram Dinikahi, Sekolah Indonesia Cairo (SIC), Kairo, 2005</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/nikah-muhallil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

