<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KamusHukum.com &#187; Hukum Administrasi Negara</title>
	<atom:link href="http://kamushukum.com/en/category/bidang-hukum/hukum-administrasi-negara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kamushukum.com/en</link>
	<description>Provide Legal Resources, Law Dictionary, Legal Dictionary, Kamus Hukum Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 04:01:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Repotnya Menjerat Yusril</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/repotnya-menjerat-yusril/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/repotnya-menjerat-yusril/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan agung]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi depkumham]]></category>
		<category><![CDATA[sekretariat negara]]></category>
		<category><![CDATA[sisminbakum]]></category>
		<category><![CDATA[yusril ihza]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Upaya Kejaksaan Agung memanggil Yusril Ihza Mahendra, menemui perlawanan. Berikut artikel dari Tempo Interaktif. Semoga bermanfaat. Tempo Interaktif &#8211; Jum&#8217;at, 16 Juli 2010 Sebagai ahli hukum, Profesor Yusril Ihza Mahendra mestinya memberikan teladan bagi warga negara untuk patuh hukum. Boleh saja ia menggugat keabsahan Jaksa Agung Hendarman Supandji, tapi gugatan ini mestinya tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pengantar Redaksi: Upaya Kejaksaan Agung memanggil Yusril Ihza Mahendra, menemui perlawanan. Berikut artikel dari Tempo Interaktif. Semoga bermanfaat.</em></p></blockquote>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a class="tt-flickr tt-flickr-Medium" title="berkelit" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4807327244/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4094/4807327244_cf9acd0c97.jpg" alt="berkelit" width="500" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">sumber foto: shikuzika.files.wordpress.com</p></div>
<p>Tempo Interaktif &#8211; Jum&#8217;at, 16 Juli 2010</p>
<p>Sebagai ahli hukum, Profesor Yusril Ihza Mahendra mestinya memberikan  teladan bagi warga negara untuk patuh hukum. Boleh saja ia menggugat  keabsahan Jaksa Agung Hendarman Supandji, tapi gugatan ini mestinya tak  digunakan sebagai alasan untuk menghindari pemeriksaan kejaksaan.  Bagaimanapun ia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Sistem  Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum).</p>
<p><span id="more-1427"></span>Kasus korupsi yang menjerat Yusril itu bermula pada 2001 ketika  Departemen Kehakiman bekerja sama dengan PT Sarana Rekatama Dinamika dan  Koperasi Pengayoman Pegawai di kementerian ini. Mereka membuat sistem  administrasi badan hukum secara <em>online</em>. Masyarakat yang  memanfaatkan layanan ini dikenai biaya akses, yang kemudian menjadi  pendapatan PT Sarana dan Koperasi Pengayoman. Yusril pun diseret karena  dialah Menteri Kehakiman saat itu.</p>
<p>Praktek yang diduga merugikan negara Rp 147 miliar itu sebelumnya  telah membuat dua bekas pejabat penting dijebloskan ke penjara. Mereka  adalah mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, yakni Romli  Atmasasmita, yang sudah divonis hukuman 1 tahun penjara di tingkat  pengadilan banding. Begitu juga Syamsudin Manan Sinaga, yang pernah  memegang jabatan yang sama, mendapat ganjaran yang sama di pengadilan  tinggi.</p>
<p>Berbeda dengan dua bekas pejabat eselon satu itu, Yusril, yang  ditetapkan sebagai tersangka sejak akhir Juni lalu, rupanya melakukan  perlawanan sengit. Ia menyerang balik dengan menggugat keabsahan Jaksa  Agung Hendarman. Menurut dia, Hendarman tidak pernah dilantik lagi  setelah masa jabatan Kabinet Indonesia Bersatu I berakhir pada 20  Oktober 2009. Yusril bahkan membawa persoalan ini ke Mahkamah  Konstitusi. Ia berpendapat, karena Jaksa Agung ilegal, secara hukum  segala tindakan yang mengatasnamakan Jaksa Agung juga tidak sah,  termasuk penetapan statusnya menjadi tersangka.</p>
<p>Langkah Yusril itu sah-sah saja. Bila dikabulkan oleh Mahkamah  Konstitusi, gugatan itu juga bisa menjadi pelajaran bagi Sekretariat  Negara agar tak ceroboh dan main-main dalam soal administrasi negara.  Namun kita patut menyesalkan mangkirnya Yusril dari panggilan kejaksaan.</p>
<p>Soal keabsahan Jaksa Agung dan penetapan status Yusril menjadi  tersangka sebenarnya dua hal yang berbeda. Mahkamah Konstitusi bisa saja  memutuskan bahwa Jaksa Agung tidak sah statusnya, tapi itu tak  menggugurkan hak Kejaksaan Agung untuk mengusut perkara. Manuver yang  dilakukan Yusril sekarang hanya membuat orang bingung. Sebab, jika  logika Yusril dituruti, ribuan kasus yang ditangani kejaksaan selama era  Hendarman Supandji perlu ditinjau lagi. Tak sedikit koruptor yang telah  dihukum harus dilepas lagi.</p>
<p>Kalau Yusril terus-menerus menghindar dari pengusutan kasus  Sisminbakum, ia akan menjadi bahan tertawaan publik. Orang justru akan  menganggap bahwa langkah hukumnya mengusik status Jaksa Agung Hendarman  hanyalah akal-akalan untuk lari dari persoalan.</p>
<p>sumber: <a title="Tempo Interaktif" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/opiniKT/2010/07/17/krn.20100717.206358.id.html" target="_blank">Tempo Interaktif</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/repotnya-menjerat-yusril/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/pajak/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/pajak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 02:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Dagang]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Perdagangan Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[gayus tambunan]]></category>
		<category><![CDATA[kasus gayus]]></category>
		<category><![CDATA[mafia pajak]]></category>
		<category><![CDATA[mafia peradilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1417</guid>
		<description><![CDATA[Deskripsi Iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum Sumber Perpajakan, Mardiasmo, Andi, Yogyakarta, 1997. Deskripsi Pungutan tetapi dengan sifat khusus, yaitu tanpa adanya jasa timbal secara langsung. Hubungan antara pemerintah (fiskus) dengan wajib pajak tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil buku" href="http://www.bukudiskon.com/Buku.aspx/3009" target="_blank">Perpajakan, Mardiasmo, Andi, Yogyakarta, 1997</a>.</p>
<blockquote><p>Deskripsi</p></blockquote>
<p>Pungutan tetapi dengan sifat khusus, yaitu tanpa adanya jasa timbal secara langsung. Hubungan antara pemerintah (fiskus) dengan wajib pajak tidak bersifat timbal balik, karena pemerintah hanya mempunyai kewajiban saja, yaitu kewajiban untuk membayar pajak.</p>
<blockquote><p>Sumber</p></blockquote>
<p><a title="Detil buku" href="http://catalogue.nla.gov.au/Record/3359461" target="_blank">Dasar-dasar Hukum Pajak dan Perpajakan, Sumyar SH., M.Hum, Universitas Atma Jaya, Jogja, 2004</a>.</p>
<p><a title="Arti Pajak di Wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak" target="_blank">Pengertian Pajak di Wikipedia</a> (Bahasa Indonesia).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/pajak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barter Perkara, Lima Parpol Diisukan Ditekan Pemerintah</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/barter-perkara-lima-parpol-diisukan-ditekan-pemerintah/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/barter-perkara-lima-parpol-diisukan-ditekan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bailout century]]></category>
		<category><![CDATA[barter perkara century]]></category>
		<category><![CDATA[kasus bank century]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian negara]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga penjamin simpanan]]></category>
		<category><![CDATA[lps]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1251</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Sebuah berita sinyalemen terjadinya barter perkara dalam penyelesaian Kasus Bank Century. Ditampilkan untuk menjadi perhatian bersama. DetikNews &#8211; Senin, 08/03/2010 08:10 WIB Elvan Dany Sutrisno Jakarta &#8211; Apa yang disampaikan Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa ada indikasi barter perkara dalam hasil akhir Pansus Century, di mata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi tak sepenuhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pengantar Redaksi: Sebuah berita sinyalemen terjadinya barter perkara dalam penyelesaian Kasus Bank Century. Ditampilkan untuk menjadi perhatian bersama. </em></p></blockquote>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a class="tt-flickr tt-flickr-Large" title="dagang-pasar" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4415869790/"><img title="Barter perkara kasus Bank Century" src="http://farm3.static.flickr.com/2790/4415869790_7920ed8fec_o.jpg" alt="dagang-pasar" width="500" height="281" /></a><p class="wp-caption-text">Pedagang di Pasar Kotagede Jogja, aktifitas dagang pengusaha kecil (Foto: Budi/KamusHukum.com)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>DetikNews &#8211; Senin, 08/03/2010 08:10 WIB</p>
<p>Elvan Dany Sutrisno</p>
<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; 	Apa yang disampaikan Indonesian Corruption Watch (ICW) bahwa ada  indikasi barter perkara dalam hasil akhir Pansus Century, di mata Ketua  DPP Hanura Yuddy Chrisnandi tak sepenuhnya keliru. Dia menyebut ada lima  parpol yang ditekan oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Saya percaya pada  teman-teman ICW. Selama ini berbicara dengan fakta. Ada lima parpol yang  ditekan,&#8221; kata Yuddy kepada detikcom, Senin (8/3/2010).</p>
<p><span id="more-1251"></span>Eks  politisi Golkr ini mengimbau kelima parpol itu jangan gentar walaupun  ditekan oleh pemerintah. &#8220;Pisahkan antara kepentingan masing-masing  pribadi dengan kepentingan yang lebih besar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Namun  Yuddy tidak mau mengungkapkan partai mana saja yang diiming-imingi  barter perkara oleh pemerintah. Yuddy berharap kelima parpol tersebut  tetap konsisten mengungkap Century dan memantau penuh pelaksanaan  rekomendasi DPR kepada penegak hukum.</p>
<p>&#8220;Lihatlah Hanura, kami  tidak tertekan karena tidak memiliki persoalan apa pun. Hanura tidak  akan mundur satu inci pun,&#8221; ujar Yuddy. Hanura memiliki 16 kursi di DPR.</p>
<p>Sementara  itu sumber detikcom di DPR menjelaskan bahwa kelima parpol tersebut  adalah Golkar, PDIP, PPP, PKS, dan Gerindra. Golkar dijanjikan  &#8216;keamanan&#8217; bagi pimpinan fraksinya di DPR, PDIP sejumlah anggota DPR  yang mulai dilirik KPK, mantan menteri dari PPP yang juga sedang  ditangani KPK, dan masalah L/C bodong dari PKS. &#8220;Bos Gerindra ada yang  bermasalah,&#8221; jelas sumber tersebut.</p>
<p>Sebelumnya diberitakan,  Indonesian Corruption Watch (ICW) mencium adanya kecenderungan  menghentikan kasus Century dengan cara &#8216;barter&#8217; perkara. 7 Kasus yang  juga melanda fraksi dan anggota Pansus Century bisa menyebabkan  rekomendasi Pansus menjadi tawar.</p>
<p>7 Kasus ini yakni masalah pajak  yang melibatkan Ketua Umum Golkar ARB, dugaaan kasus Inkud oleh Ketua  Fraksi Golkar SN yang juga bersangkut paut denga Ketua Pansus IM, kasus  yang melibatkan politisi dari PDIP yg menyeret nama ZEM di mana PPATK  menemukan adanya 137 transfer valuta asing, kasus L/C fiktif yang  dilakukan oleh inisiator panitia angket MIS,  kasus pembunuhan HAM Munir  yang melibatkan Partai Gerindra, dan ada pula kasus HAM Timtim yang  terkait dengan Ketua Umum Hanura.</p>
<p>Menanggapi tudingan ICW itu,  PKS menyatakan tidak habis pikir. &#8220;Kita tidak mengerti apa ada datanya?  Kita juga tidak mengerti yang dilakukan apa latar belakangnya?&#8221; keluh  Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.</p>
<p>Sedang Sekjen PDIP Pramono  Anung menyatakan, partainya tetap konsisten. Sementara Ketua DPP PG Ade  Komarudin menjamin tidak ada barter kasus.</p>
<p>Sumber: <a title="DetikNews.com" href="http://www.detiknews.com/read/2010/03/08/081023/1313280/10/lima-parpol-diisukan-ditekan-pemerintah" target="_blank">DetikNews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/barter-perkara-lima-parpol-diisukan-ditekan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Skandal Bank Century: Mengapa Menimbulkan Banyak Keresahan dan Kemarahan?</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/skandal-bank-century-mengapa-menimbulkan-banyak-keresahan-dan-kemarahan/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/skandal-bank-century-mengapa-menimbulkan-banyak-keresahan-dan-kemarahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 05:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[audit bpk]]></category>
		<category><![CDATA[bailout century]]></category>
		<category><![CDATA[kasus bank century]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian negara]]></category>
		<category><![CDATA[kwiek kian gie]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1185</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini sebuah tulisan dari Bpk. Kwiek Kian Gie yang dimuat di KoranInternet.com. Mengingat tulisan cukup panjang, maka teks tersebut diformat ulang dalam bentuk PDF supaya lebih mudah untuk didownload. Sehingga, bisa menjadi bahan rujukan serta  belajar bersama. Skandal Bank Century oleh Kwiek Kian Gie]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="tt-flickr tt-flickr-Large" title="demo-spanduk-century" href="http://www.flickr.com/photos/28707284@N08/4384246920/"><img class="aligncenter" src="http://farm5.static.flickr.com/4042/4384246920_f928bd43f0_o.jpg" alt="demo-spanduk-century" width="500" height="187" /></a></p>
<p>Berikut ini sebuah tulisan dari Bpk. Kwiek Kian Gie yang dimuat di <a title="KoranInternet.com" href="http://www.koraninternet.com/webv2/lihatartikel/lihat.php?pilih=lihat&amp;id=19237" target="_blank">KoranInternet.com</a>. Mengingat tulisan cukup panjang, maka teks tersebut diformat ulang dalam bentuk PDF supaya lebih mudah untuk didownload. Sehingga, bisa menjadi bahan rujukan serta  belajar bersama.<br />
<span id="more-1185"></span><br />
<object id="_ds_26343568" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="500" height="700" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="name" value="_ds_26343568" /><param name="data" value="http://viewer.docstoc.com/" /><param name="FlashVars" value="doc_id=26343568&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="src" value="http://viewer.docstoc.com/" /><embed id="_ds_26343568" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="700" src="http://viewer.docstoc.com/" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" flashvars="doc_id=26343568&amp;mem_id=269090&amp;doc_type=pdf&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" data="http://viewer.docstoc.com/" name="_ds_26343568"></embed></object><br />
<span style="font-size: xx-small;"><a href="http://www.docstoc.com/docs/26343568/Skandal-Bank-Century-oleh-Kwiek-Kian-Gie">Skandal Bank Century oleh Kwiek Kian Gie</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/skandal-bank-century-mengapa-menimbulkan-banyak-keresahan-dan-kemarahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soal Century, Golkar Akan Sebut 20 Nama</title>
		<link>http://kamushukum.com/en/soal-century-golkar-akan-sebut-20-nama/</link>
		<comments>http://kamushukum.com/en/soal-century-golkar-akan-sebut-20-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 08:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>writer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Administrasi Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[audit bpk]]></category>
		<category><![CDATA[bailout century]]></category>
		<category><![CDATA[kasus bank century]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian negara]]></category>
		<category><![CDATA[pansus century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kamushukum.com/en/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Redaksi: Sedangkan berikut ini berita dari VivaNews, tentang sikap fraksi Golkar Pansus Century. Pihak-pihak yang harus bertanggung jawab disebut BI, KSSK, LPS dan Bank Century. VivaNews &#8211; Selasa, 23 Februari 2010, 10:24 WIB Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi VIVAnews - Anggota Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyatakan partainya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Pengantar Redaksi: Sedangkan berikut ini berita dari <a title="VivaNews.com" href="http://politik.vivanews.com/news/read/131577-soal_century__golkar_akan_sebut_20_nama" target="_blank">VivaNews</a>, tentang sikap fraksi Golkar Pansus Century.</em></p></blockquote>
<h3>Pihak-pihak yang harus bertanggung jawab disebut BI, KSSK, LPS dan Bank  Century.</h3>
<p>VivaNews &#8211; Selasa, 23 Februari 2010, 10:24 WIB</p>
<p>Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi</p>
<p><strong>VIVAnews </strong>- Anggota Panitia Khusus Angket Kasus Bank  Century dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menyatakan partainya akan  menyebut 20-an nama yang bertanggung jawab soal kasus Century. Nama-nama  itu akan disebut dalam pandangan akhir fraksi sore ini.</p>
<p><span id="more-1182"></span>&#8220;Yang  bertanggung jawab adalah BI, KSSK, LPS, dan Bank Century,&#8221; kata Bambang.  &#8220;Total terdapat 20-an pihak yang harus bertanggung jawab atas dugaan  pidana korupsi, umum, perbankan, dan money laundry,&#8221; katanya di gedung  parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Februari 2010.</p>
<p>Golkar, kata  Bambang, akan berjuang untuk memunculkan nama-nama ini. &#8220;Mungkin  posisinya kini 6:2, karena PPP belum tau lagi bagaimana,&#8221; katanya.  Bambang mungkin merujuk pada hasil 7:2 pada pandangan soal bail out  Century lalu, di mana hanya dua partai yang setuju dengan bail out.</p>
<p>Bambang  juga menyatakan, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional  Amien Rais kemungkinan besar hadir nanti. &#8220;Pak Amien nanti malam akan  jadi datang. Ia memastikan hadir untuk memberi dukungan, karena ingin  menyaksikan PAN konsisten,&#8221; katanya.</p>
<p>Sumber: <a title="VivaNews.com" href="http://politik.vivanews.com/news/read/131577-soal_century__golkar_akan_sebut_20_nama" target="_blank">VivaNews</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kamushukum.com/en/soal-century-golkar-akan-sebut-20-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
