Ini Dia Sembilan “Dosa” Marzuki Alie Versi LSM

Pengantar Redaksi: Artikel menarik tentang Laporan sejumlah elemen LSM ke BK DPR terkait Ketua DPR Marzuki Alie. Semoga tetap mengingatkan kita tentang belum tuntasnya Kasus Bank Century.

marzuki-alie-9dosa

Sumber foto: VivaNews.com

Kompas.com – Kamis, 11 Maret 2010 | 12:09 WIB

Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah elemen lembaga swadaya masyarakat atau LSM secara resmi melaporkan Ketua DPR Marzuki Alie ke Badan Kehormatan atau BK, Kamis (11/3/2010), di Ruang BK, Gedung MPR/DPR, Jakarta.

LSM yang melaporkan Marzuki di antaranya Lingkar Madani untuk Indonesia, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonedia, Indonesia Corruption Watch, Konsorsium dan Reformasi Hukum Nasional, Pusat Kajian Antikorupsi UGM, Sugeng Sarijadi Syndicate, dan Komite Pemilih Indonesia.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

MA tindak hakim hobi bebaskan koruptor

Pengantar Redaksi: Sebuah berita yang terlewatkan dari MA dimuat oleh Situs Waspada Online. Ditampilkan utuh menyikapi hasil riset PERC yang menempatkan Indonesia diurutan pertama paling korup di Asia Pasifik. Menjadi renungan bersama.

judgebao-legend

Hakim adil dan jujur, selalu jadi legenda seperti Hakim Bao. (Sumber: Wikipedia.org)

Waspada Online – Wednesday, 20 January 2010

JAKARTA – Mahkamah Agung akan menindak hakim-hakim yang memutuskan bebas terhadap para koruptor, demikian Juru Bicara (Jubir) Mahkamah Agung Hatta Ali, di Jakarta, sore ini.

“Kalau ada bukti penyimpangan dari hakim seperti melakukan intervensi, suap, MA siap untuk menindaknya,” kata Hatta Ali.

Sebelumnya, ICW melaporkan 106 hakim dari tingkat pengadilan negeri, pengadilan tinggi hingga Mahkamah Agung (MA) ke Komisi Yudisial (KY) pada Selasa (19 /1).

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

PUKAT: Bukti Kita Tidak Punya Pondasi Pemberantasan Korupsi

Indonesia Terkorup di Asia Pasifik

DetikNews – Rabu, 10/03/2010

Aprizal Rahmatullah

juara-korupsi

Juara kok korupsi. (Foto: Budi/KamusHukum.com)

Jakarta – Political and Economic Risk Consultancy atau PERC mengeluarkan

survei yang menyebut Indonesia merupakan negara terkorup di Asia Pasifik. Temuan itu membuktikan kalau Indonesia belum punya pondasi

“Itu bukti kalau pondasi pemberantasan korupsi kita masih buruk. Kita tidak punya pondasi,” kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Selasa (9/3/2010) malam.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Ignorantia legis excusat neminem

Deskripsi

Ketidaktahuan akan undang-undang tidak merupakan alasan pemaaf. Istilah lain adalah “Ignorantia juris non excusat”.

Sumber

Penemuan Hukum, Sudikno Mertokusumo, Liberty, Yogyakarta, 2001.

Arti menurut Wikipedia (Bahasa Inggris).
Arti menurut Merriew Webster (Bahasa Inggris).

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono

Pengantar Redaksi: Sebuah tulisan cerdas dan lugas mengenai Presiden SBY, yang dimuat di Harian Kompas. Ditampilkan seijin Eep Saeffuloh Fatah, sebagai bahan renungan bersama. Semoga bermanfaat.

sby-pinokio

Poster di depan Istana. (foto: Budi/KamusHukum.com)

Kompas.com – Selasa, 9 Maret 2010 | 03:21 WIB

EEP SAEFULLOH FATAH

Mengapa dalam beberapa bulan terakhir dinamika politik Indonesia berkembang dengan begitu mencemaskan? Beberapa kasus, seperti kriminalisasi terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) serta Bank Century, tak terkelola secara layak.

Ada banyak faktor yang terlibat dan ada banyak kemungkinan jawaban atas pertanyaan itu. Namun, salah satu faktor yang berperan besar adalah absennya kepemimpinan kuat yang mampu menyelesaikan segenap urusan dengan tegas dan lekas.

Read the rest of this entry »

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • email
  • Print
  • Technorati
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Yahoo! Buzz
  • Digg
  • Blogosphere News
  • del.icio.us
  • Faves
  • NewsVine
  • SphereIt
  • Live
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks